Sabtu, 04 Mei 2013
Kisah Sisi dan Bunga Matahari
" Yes! sebentar lagi aku pasti akan mendapatkan trophy yang selama ini kuharapkan, " Sisi berteriak di samping halaman rumahnya.Sebentar lagi akan diadakan acara tahunan yaitu lomba keindahan taman. Sisi selalu menjadi juara 2 dalam sekian tahun pergulatanya dalam dunia tersebut. Penyebabnya karena bunganya masih kecil kecil. Setiap hari dia dengan ulet merawat bunga kesayanganya yang selalu diikut sertakan kedalam perlombaan tersebut. " Sisi, cepatlah makan! nasimu sudah dingin! " ujar ibu dari dalam rumah. " Baik, bu " ujar sisi " Aku akan mengambil nasiku dan akan kubawa kesini. aku akan menemanimu, bunga matahari " pamitnya kepada bunga matahari kesayanganya itu.Benar saja, setelah beberapa saat ia masuk kedalam, dia kembali dengan sepiring nasi dengan lauk pauknya. " Itu dia, orang yang telah mengurusiku hingga aku tumbuh besar seperti ini. " ucap bunga matahari dengan senyum merekah. " Hai, matahariku, " sapa Sisi seperti sudah beberapa hari tidak bertemu dengan permatanya tersebut. Senyum matahari merekah, seakan akan dia membalas salam pengurusnya tersebut. Sore itu Sisi menikmati sepiring nasi bersama permatanya, lalu malam haripun tiba.- Bersambung -
Langganan:
Komentar (Atom)